Monday, August 15, 2011

Si Pemilik Jiwa.

Aku baru mulakan pelayaran . Mencari sekeping jiwa untuk berlindung . Berteduh dari hujan panas yang tak berpenghujung . Di tengah pelayaran yang penuh dengan pancaroba . Aku terlanggar sekeping jiwa yang ghairah mengejar cita cita tanpa menoleh aku yang masih terkial-kial mencari arah angin untuk ke tempat yang aku tuju . Si pemilik jiwa nyata tidak lokek memberikan tunjuk ajar . Berkongsi suka duka menjadi orang laut . Ghairah mendengar cerita si pemilik jiwa . Tanpa kata , aku jatuh hati dengan si dia . Aku tak mampu berkata apa . Hari demi hari , si pemilik jiwa buat aku jatuh dan jatuh . Aku diam . Aku ikut arah . Aku tidak melatah . Tapi , terlampau awal untuk membuat konklusi . Terlampau awal untuk menaruh sebuah harapan yang pasti . Aku diam . Di alam perkenalan , si pemilik jiwa mengatakan dia akan pergi jauh . Jauh . Dan jauh ke sana . Ke laut dalam . Ke laut biru . Ke sana mana yang aku tidak pasti arah dan tujuannya . Pemilik jiwa arahkan aku supaya kembali ke daratan . Aku pandang kiri kanan . Yang aku lihat hanya lautan biru . Aku tak mahu . Tapi , aku di kerah semangat untuk teruskan pelayaran hingga ke daratan . Aku pegang erat . Kukuh tangan si pemilik jiwa . Dengan perasaan hampa , aku mula bergerak pergi . Tapi , si pemilik jiwa menahan seraya berkata , 'will you wait for me?' . Dan aku seperti , '1000 tahun pun pasti aku akan tunggu , syg' . Janji dimetrai tanpa ada hitam dan putih . Aku lepaskan si pemilik jiwa dengan harapan 5 tahun lagi dia akan kembali mencari sekeping hati yang sedia menunggu diri nya jauh di daratan ini . Dan semoga si pemilik jiwa selamat segalanya di lautan biru yang terbentang luas ini . Aku pasti rindu :'(

No comments:

Post a Comment